1 November 2010

Diri Setiap Warga Dharmmayukti Tergadai di Awal Bulan


Bukan rahasia lagi bagi sebahagian besar Pegawai Negeri Sipil (PNS) termasuk warga dharmmayukti (baca: PNS pada Mahkamah Agung RI dan seluruh lembaga di lingkungan Mahkamah Agung RI) tidak terkecuali penulis catatan ini, awal bulan merupakan hari yang ceria. Betapa tidak, kita menerima gaji di setiap awal bulan. Seperti hari ini (1/11) gaji setiap kita warga dharmmayukti dibayarkan.

Alhamdulillah. Puji syukur terucap dari hati pun terlafadzkan di bibir. Namun apakah cukup hanya dengan itu? Tidak! Kenapa? Karena setiap pembayaran gaji dari negara yang diterima oleh setiap kita warga dharmmayukti sejatinya adalah harga yang diterima sebagai hasil dari menggadaikan diri kepada negara.

Seperti yang diketahui, sistem pembayaran gaji bagi PNS dapat dijelaskan dengan bahasa sederhana yaitu "dibayar di muka" atau "terima bayaran lebih dahulu sebelum bekerja". Berarti, gaji yang kita terima pada awal bulan itu adalah bayaran untuk pekerjaan selama satu bulan ke depan. Berbeda dengan pembayaran tunjangan khusus, misalnya, tunjangan khusus kinerja atau remunerasi. Untuk tunjangan khusus tersebut berlaku sistem pembayaran: "kerja dulu baru dibayar sesuai dengan kinerja." Lebih lanjut tentang remunerasi, baca : Orientasi "Carpe Diem" dalam Memaknai Remunerasi dan Kinerja Pengadilan

Terkait dengan sistem pembayaran gaji di atas maka seluruh kita warga dharmmayukti harus menyadari bahwa diri kita tergadai kepada negara yang harus ditebus dengan pengabdian tulus ikhlas.

Jika kesadaran ini terbangun di dalam diri setiap kita warga dharmmayukti maka mimpi untuk "mewujudkan supremasi hukum melalui kekuasaan kehakiman yang mandiri, efektif, dan efisien serta mendapatkan kepercayaan publik, dan profesionial dalam memberi layanan hukum yang berkualitas, etis, terjangkau dan berbiaya rendah bagi masyarakat serta mampu menjawab panggilan pelayanan publik" sebagaimana visi Mahkamah Agung sebagai lembaga payung segenap warga dharmmayukti tidak akan menjadi isapan jempol semata. Wallahua'lam.

*Gambar : muslimshare.wordpress.com