19 April 2010

Pelajaran Berharga dari Tanggerang


Gaung pemberantasan mafia hukum menggema hingga ke dinding dinding gedung pengadilan, media massa memberitakan tentang tertangkapnya oknum Hakim saat menerima uang suap dan berbagai berita miring lainnya. Hal ini menjadi pukulan keras bagi martabat Hakim seluruh Indonesia tanpa terkecuali. Sedih, miris, malu bersatu padu dalam hati namun apa daya nasi telah menjadi bubur nama sudah terlanjur tercoreng.


Lalu apa yang harus dilakukan sekarang? Masih terngiang kata-kata DR. HARIFIN A. TUMPA, SH, MH saat berbicara di depan peserta Diklat Calon Hakim Tahun 2007 di Anyer - Banten yang mengatakan pada intinya bahwa martabat Pengadilan hanya dapat diangkat dengan kerja nyata para penghuninya bukan dengan perang opini di media massa sangat cocok untuk diterapkan sampai kapan pun. Biarlah mereka mencaci usah ditanggapi dengan emosi tunjukkan yang terbaik, masih banyak Hakim Indonesia yang bersih dan masih banyak lagi diantara mereka yang kini berbenah diri untuk menjadi Hakim yang baik setiap hari.

Duhai Hakim Indonesia, harapan itu tidak akan pernah pupus, teruslah berjuang demi nama baik Korps Hakim penyandang cakra yang semoga dapat kita banggakan di dunia pun di akhirat. Inilah doa yang terisak dari lubuk hati terdalam.

*sumber gambar : http://hasanjunaidi.wordpress.com/